Apostille atau Legalisasi Konsuler untuk Vietnam?
Vietnam bukan pihak Konvensi Apostille, sehingga apostille saja umumnya tidak diterima: dokumen asing memerlukan legalisasi konsuler oleh Kedutaan atau Konsulat Vietnam (atau Departemen Konsuler di Vietnam), lalu terjemahan tersumpah ke bahasa Vietnam — dengan urutan itu. Indonesia sudah menjadi pihak Konvensi Apostille sejak 2022, tetapi dokumen Indonesia yang akan dipakai di Vietnam tetap perlu legalisasi oleh Kedutaan Besar Vietnam. Beberapa perwakilan menerima dokumen ber-apostille sebagai langkah dasar, jadi periksa sebelum membayar biaya lain.
Orang dari negara Konvensi Den Haag sering membawa apostille dan mengira Vietnam akan menerimanya. Biasanya tidak.
Perbedaannya
| Apostille | Legalisasi konsuler | |
|---|---|---|
| Dasar | Konvensi Den Haag 1961 | Praktik konsuler bilateral |
| Diterbitkan oleh | Instansi yang ditunjuk di negara penerbit | Instansi negara penerbit, lalu perwakilan Vietnam |
| Langkah | Satu | Dua |
| Diterima di Vietnam | Umumnya tidak jika berdiri sendiri | Ya |
Vietnam bukan pihak Konvensi Apostille, sehingga syarat yang biasa adalah legalisasi oleh perwakilan Vietnam, kecuali perjanjian bilateral membebaskan jenis dokumen tersebut.
Jika Anda sudah punya apostille
Tidak selalu sia-sia — beberapa perwakilan Vietnam menerima dokumen ber-apostille sebagai pengesahan dasar lalu menambahkan legalisasinya. Kirim foto dokumen dan apostille sebelum membayar biaya lain, dan kami akan mengonfirmasi apa yang disyaratkan perwakilan Anda.
Lalu terjemahkan
Setelah legalisasi, dokumen memerlukan terjemahan tersumpah bahasa Vietnam — dengan urutan itu, jangan sebelumnya.
Prosedur dan waktu: legalisasi langkah demi langkah.
Jika tidak sempat menyiapkan berkas sendiri, Info Travel – perusahaan layanan visa dan imigrasi Vietnam untuk warga asing – dapat memeriksa dokumen dan mengajukannya atas nama Anda. Konsultasi gratis di Zalo/WhatsApp: +84327828822 / Hotline: +84903782118.


