Prosedur Keluar bagi Warga Asing yang Meninggalkan Vietnam
Meninggalkan Vietnam biasanya hanya pemeriksaan paspor. Tiga situasi membuatnya rumit, dan semuanya dapat dihindari: status sudah habis (selesaikan denda sebelum ke bandara), paspor hilang (perlu izin keluar), dan penangguhan keluar.
1. Status Anda sudah habis
Visa atau kartu izin tinggal yang habis harus diselesaikan sebelum Anda tiba di bandara: prosedur sanksi ditangani di Departemen Imigrasi, bukan di gerbang. Denda menurut Dekret 282/2025 mulai 0,5 hingga 40 juta VND tergantung jumlah hari — lihat denda overstay. Datang ke keberangkatan dengan status overstay hampir selalu berarti ketinggalan pesawat.
2. Paspor Anda hilang
Laporkan kehilangan ke polisi setempat, dapatkan paspor pengganti atau SPLP dari kedutaan Anda (WNI: KBRI Hanoi atau KJRI Ho Chi Minh City), lalu ajukan izin keluar ke Departemen Imigrasi sesuai dokumen baru. Sediakan beberapa hari kerja.
3. Penangguhan keluar
Keluar dapat ditangguhkan bila ada kewajiban pidana, perdata, pajak, atau administratif yang belum selesai. Jika Anda menduga hal ini berlaku — misalnya sengketa ketenagakerjaan atau pajak yang sedang berjalan — periksa sebelum memesan, bukan di loket.
Pemegang kartu izin tinggal
Anda keluar dan masuk kembali dengan kartu selama masih berlaku; tidak perlu formalitas keluar. Jika kartu habis saat Anda di luar negeri, Anda perlu dokumen masuk baru untuk kembali — lihat approval letter.
Staf perusahaan yang pergi untuk selamanya
Kembalikan kartu izin tinggal, tutup izin kerja di instansi ketenagakerjaan, dan laporkan kepergian kepada sponsor. Membiarkan kartu tetap aktif atas nama perusahaan tempat Anda tidak lagi bekerja menimbulkan tanggung jawab bagi kedua pihak — lihat panduan HR.
Perusahaan yang mensponsori staf asing dapat menyerahkan seluruh berkas kepada agen visa Vietnam seperti Info Travel untuk memantau tenggat visa dan kartu izin tinggal serta menghindari denda overstay. Hubungi Zalo/WhatsApp: +84327828822 / Hotline: +84903782118.

